CLOSE
Penguatan Potensi Kampung di Kota Bengkulu melalui Program Kampung Tematik
Kota Bengkulu
Bengkulu

Tanpa Kemiskinan

Kehidupan Sehat Dan Sejahtera

Kota Dan Pemukiman Yang Berkelanjutan


Pemerintah Kota Bengkulu meluncurkan program Kampung Tematik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan potensi dan identitas lokal. Identitas lokal tersebut merupakan cerminan terhadap potensi sumber daya alam dan manusia yang ada di tiap Kampung Tematik, yang diharapkan dapat terpelihara dan berkelanjutan. Program ini telah dimulai sejak tahun 2018 yang diinisiasi melalui pemodelan Kampung Tematik, kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi yang diluncurkan pada Maret 2019.

Membangun Kampung Tematik dengan pendekatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) memungkinkan pelaksanaan dan pencapaian yang lebih komprehensif, yang dapat diukur tidak hanya dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, tapi juga peningkatan potensi lokal, kualitas lingkungan, derajat kesehatan, serta terbentuknya identitas kampung sebagai cerminan potensi dan sumberdaya serta penambahan destinasi wisata.

Program Kampung Tematik secara efektif telah diimplementasikan di beberapa kelurahan dengan pendampingan dari Lembaga Penelitian dari Perguruan Tinggi, antara lain:

  1. Kampung Sayur Mayur Sehat, berada di Kelurahan Tanah Patah Kecamatan Ratu Agung, binaan LPPM Universitas Dehasen. Fokus pada peningkatan kualitas lingkungan dan ekonomi kreatif dengan memberdayakan warga sekitar untuk memproduksi makanan berbasis sayuran yang sehat dan bebas pestisida. Pada kampung ini, warga diarahkan untuk membuat arena bermain anak, spot-spot foto yang unik, wahana edukasi bagi pelajar dan mahasiswa sehingga dapat menjadi obyek wisata baru di Kota Bengkulu.
  1. Kampung Mural Budaya Kito berada di Kelurahan Kebun Roos Kecamatan Teluk Segara, binaan LPPM Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Fokus pada peningkatan ekonomi kreatif dengan memberdayakan warga dan potensi yang ada yaitu penanaman dan pemanfaatan Remunggai (Kelor/Moringa oleifera). Selain memiliki kandungan gizi yang baik, Remunggai juga dapat diolah dalam berbagai macam olahan kuliner yang berpotensi menjadi identitas daerah. Pembuatan mural bertema Budaya Bengkulu selain untuk mempertahankan budaya Bengkulu juga dapat mempercantik dan menarik pengunjung yang datang untuk melakukan swafoto di Kelurahan Kebun Roos.
  1. Kampung Botol Rafflesia Rawa Indah berada di Kelurahan Jalan Gedang Kecamatan Gading Cempaka, binaan UPPM AKKES SAPTA BHAKTI. Fokus pada peningkatan ekonomi kreatif dengan memberdayakan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai pengumpul botol. Botol – botol bekas dimanfaatkan dan diolah menjadi produk bernilai jual seperti kerajinan meja kursi dari botol air mineral bekas, lampion dari gelas air mineral bekas, lampu hias, bunga plastik, tempat sampah dll. Selain itu warga di Kampung ini juga menerima pesanan makanan/minuman berbasis jahe dan tomat seperti bubuk jahe, minuman jahe, saos tomat, dll.
  1. Kampung Rosella Berseri berada di Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu, binaan LPPM STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Fokus pada peningkatan ekonomi kreatif dengan mengembangkan budi daya tanaman Rosella dan membuat berbagai olahan makanan dan minuman berbasis Rosella. Sebagai bentuk peningkatan kualitas lingkungan, warga disekitar didorong untuk peduli terhadap lingkungan dengan memelihara kebersihan lingkungan dan menciptakan lingkungan menjadi menarik dan menjadi objek wisata baru.

Program Kampung Tematik yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Bengkulu memberikan dampak positif bagi keberhasilan pembangunan Kota Bengkulu. Hal ini dapat dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Bengkulu yang mengalami penurunan yaitu pada tahun 2018 sebesar 3,51% dan pada tahun 2019 menjadi 3,39%[1]. Selain itu, angka kemiskinan di Kota Bengkulu juga mengalami penurunan dari 18,82% di tahun 2018 menjadi 18,09% di tahun 2019[2]. Program Kampung Tematik ini diharapkan tetap dapat dikembangkan dan dilaksanakan. Keberlanjutan pendampingan menjadi penting untuk menciptakan sistem yang stabil di tingkat masyarakat, disamping perluasan ke kelurahan – kelurahan lain melalui pemberdayaan SDM dan SDAnya. Implementasi Kampung Tematik Kota Bengkulu berkontribusi pada target TPB 1, “Tanpa Kemiskinan”, TPB 3 yaitu “Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dan TPB 11 yaitu “Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan”.

Sumber:

[1] BPS. (n.d.). Agustus 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka Provinsi Bengkulu Tercatat Sebesar 3,39 Persen. Retrieved from https://bengkulu.bps.go.id/pressrelease/2019/11/05/431/agustus-2019--tingkat-pengangguran-terbuka-provinsi-bengkulu-tercatat-sebesar-3-39-persen.html

[2] BPS (2018, 2019) Penduduk Miskin Menurut Provinsi/ Kabupaten

Laporan Kegiatan Pemilihan dan Pembangunan Kampung Tematik Kota Bengkulu Tahun 2019. Bapelitbang Kota Bengkulu

Kota Bengkulu Dalam Angka 2020. BPS Kota Bengkulu.


Kontributor:

Yulyana Purwaningsih

Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu

Bapelitbang

Perencana Ahli Muda