CLOSE
Program OMABA Cooking Center: Solusi Bottom-Up Dalam Mengentaskan Stunting
Bandung
Jawa Barat

Tanpa Kelaparan

Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan


Stunting didefinisikan sebagai kondisi kurang gizi kronis yang diukur berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur dibandingkan dengan menggunakan standar WHO tahun 2005. Anak yang mengalami stunting akan mengalami berbagai pengaruh efek negatif jangka pankang, seperti perkembangan fisik yang lebih tinggi. Tingkat stunting di Jawa Barat masih lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional, yaitu pada angka 38% dibandingkan dengan tingkat nasional di angka 27%. Cisaranteun Kidul di Kecamatan Gedebage Kota Bandung secara khusus memiliki tingkat stunting yang tinggi. Dari 29 kasus stunting di Kecamatan Gedebage, Bandung di tahun 2013, 19 terjadi di kelurahan Cisaranteun Kidul.  

Salah satu inisiatif yang dilaksanakan untuk menghadapi stunting di Cisaranteun Kidul adalah Omaba (Ojek Makanan Balita) Cooking Center. Dimulai pada tahun 2013, program ini merupakan inisiatif dari kader Unit Pelaksanaan Teknis Puskesmas Riung Kelurahan Cisaranten Kidul dan PKK Kelurahan Cisaranten Kidul, dengan bantuan material dan binaan dari PT. Pertamina dan Pemerintah Kota Bandung. Cara kerja program Omaba adalah Omaba Cooking Center memproduksi makanan sehat untuk konsumsi anak-anak yang mengalami gizi buruk dan ditargetkan oleh program PMP-T. Hasil olahan dapur Omaba kemudian dikirim ke anak-anak tersebut dengan menggunakan transportasi motor. Asal program ini adalah kesan bahwa pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) di kelurahan ini oleh Pemerintah Kota Bandung kurang efektif, karena makanan yang diberikan dalam bentuk susu formula seringkali tidak dikonsumsi oleh anak yang menjadi sasaran program, namun dijual ke warung. Selain itu, terbatasnya anggaran makanan bagi anak yang ditargetkan juga menjadi kendala, apalagi mengingat lokasi anak yang ditargetkan terpencar.

Program Omaba telah berhasil menanggulangi stunting di Kelurahan Cisaranten Kidul. Program ini telah berhasil menjangkau anak-anak yang sebelumnya telah menerima bantuan PMP-T namun tidak mengalami perubahan dalam pertumbuhan berat badan. Salah satu contoh kisah sukses dari Omaba terlihat dalam kasus Farid (3 tahun), yang sebelumnya sudah ikut dalam program serupa namun tidak mengalami perubahan signifikan.  Namun, setelah berpartisipasi dalam program Omaba, berat badan Farid mulai pulih dan ia pun sudah mulai bersosialisasi dengan anak-anak lainnya. Keberhasilan program Omaba pun sudah diakui dan program ini telah menerima beberapa penghargaan, antara lain mewakili kota Bandung untuk ajang Kota Sehat tingkat nasional dan meraih penghargaan Swasti Sabha Wiwerdha, juara kedua kompetisi Local Hero yang diadakan PT. Pertamina pada tahun 2015, dan  penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik di tahun 2016. Saat ini, program Omaba sudah memasuki short list untuk 5th Guangzhou International Award for Urban Innovation.

Kesuksesan program ini diidentifikasi tidak hanya berasal dari pengiriman makanan sehat yang bervariasi dan menarik semata, namun juga dari kemampuan program ini dalam berkomunikasi dengan keluarga anak. Keluarga anak, selain menerima bantuan dalam bentuk makanan sehat, juga menerima pendampingan dari anggota Omaba. Strategi komunikasi yang digunakan Omaba pun telah menciptakan persepsi positif dan ketertarikan dari peserta. Persepsi positif dan ketertarikan dari peserta tidak saja membantu dalam mendorong partisipasi peserta, namun juga menciptakan kesadaran peserta mengenai pentingnya gizi dalam pertumbuhan anak.

Program Omaba secara spesifik telah membantu akses makanan bagi anak yang mengalami stunting dan membantu memastikan gizi baik, dua indikator yang tertuang dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2: Tanpa Kelaparan, terutama indikator 2.1, yaitu Pada tahun 2030, menghilangkan kelaparan dan menjamin akses bagi semua orang, khususnya orang miskin dan mereka yang berada dalam kondisi rentan, termasuk bayi, terhadap makanan yang aman, bergizi, dan cukup sepanjang tahun dan indicator 2.2. Pada tahun 2030, menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi, termasuk pada tahun 2025 mencapai target yang disepakati secara internasional untuk anak pendek dan kurus di bawah usia 5 tahun, dan memenuhi kebutuhan gizi remaja perempuan, ibu hamil dan menyusui, serta manula.

Program Omaba pun turut menunjukkan bahwa kerjasama antara pemerintah, sektor swasta dan komunitas masyarakat dapat membantu menciptakan hasil positif bagi program pemerintah, mendemonstrasikan pentingnya implementasi TPB 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan, terutama indikator 17.17 yaitu Mendorong dan meningkatkan kerjasama pemerintah-swasta dan masyarakat sipil yang efektif, berdasarkan pengalaman dan bersumber pada strategi kerjasama.  Partisipasi masyarakat dalam persiapan makanan dan pendampingan tidak saja menciptakan asupan nutrisi yang menarik dan sehat bagi anak penerima, namun juga memastikan bahwa makanan mencapai anak yang ditargetkan oleh program PMT-P. Partisipasi dalam program ini, baik sebagai penerima maupun pelaksana, juga telah menciptakan kesadaran dalam masyarakat mengenai pentingnya gizi baik bagi anak-anak.

Daftar Pustaka 

Amalia, S. D. (2017). PROSES PELAYANAN KESEHATAN OJEK MAKANAN BALITA (OMABA) SEBAGAI BENTUK UPAYA PENGENTASAN GIZI BURUK BALITA (Studi Kasus UPT Puskesmas Riung Cisaranteun Kidul Kota Bandung). Dipetik Februari 16, 2021, dari Brawijaya Knowledge Garden: http://repository.ub.ac.id/5593/

Fardah. (2021, Januari 30). Eye on human capital, Indonesia ramps up fight against stunting. Dipetik Februari 3, 2021, dari Antaranews.com: https://en.antaranews.com/news/167067/eye-on-human-capital-indonesia-ramps-up-fight-against-stunting

Nurmatari, A. (2016, September 6). Kisah Warga Bandung yang Sukses Berantas Gizi Buruk dengan Ojek Makanan Balita. Dipetik Februari 3, 2021, dari Deriknews: https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3292147/kisah-warga-bandung-yang-sukses-berantas-gizi-buruk-dengan-ojek-makanan-balita2

Onyango, A. W. (2014). Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief (WHO/NMH/NHD/14.3). Geneva: World Health Organization.

Pertamina. (2019, Januari 25). Balita Sehat Berkat OMABA. Dipetik Februari 3, 2020, dari Pertamina: https://pertamina.com/id/news-room/csr-news/balita-sehat-berkat-omaba

Purnaningtyas, N. C., & Rina, N. (2018). PERENCANAAN KOMUNIKASI PROGRAM OJEK MAKANAN BALITA (OMABA) DALAM MEMBENTUK PERSEPSI ORANG TUA MENGENAI ANAK GIZI BURUK (STUDI DESKRIPTIF PADA ORANG TUA DENGAN RIWAYAT ANAK GIZI BURUK DI KELURAHAN CISARANTEN KIDUL, GEDE BAGE). JurnalKomunikasi dan Media Vol. 2 No2, 18-35.

Susanti, R. (2019, November 12). Angka Stunting di Jabar Melebihi Nasional. Dipetik Februari 3, 2021, dari Kompas.com: https://regional.kompas.com/read/2019/11/12/20414761/angka-stunting-di-jabar-melebihi-nasional


Kontributor:

Willy Antony

Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta

UCLG ASPAC

Intern