CLOSE
bandung
wisata kuliner malam "culinary night" kota bandung

lndikator perekonomian merupakan elemen yang dapat diukur secara kuantitatif dalam menelusuri jejak pertumbuhan pembangunan sebuah kota. Berbagai program yang dijalankan oleh pemerintah, antara lain peningkatan produk domestik bruto, pengurangan jumlah penduduk miskin, peningkatan jumlah lapangan usaha, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pemerataan distribusi kesejahteraan masyarakat, sering kali menjadi perhatian penting dalam menjaga reputasi sebuah kota. Namun demikian, ada indikator lainnya yang tidak kalah penting, dan sifatnya lebih intangible, seperti tingkat kepuasan warga terhadap dampak pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahnya. lndikator semacam ini masih sulit dihitung dan karenanya sangat jarang dimunculkan sebagai sebuah indikator, terlebih digunakan sebagai bahan untuk arahan pembangunan di masa yang akan datang.


Tingkat kepuasan warga terhadap dampak dari pembangunan merupakan cerminan terpenuhinya harapan masyarakat terhadap pembangunan di kotanya, baik dari segi pembangunan fisik maupun non-fisik. Tingkat kepuasan ini berangkat dari model yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat, yaitu pengukuran terhadap capaian hidupyang bersifat objektif danjuga rasa yangtimbul dari pencapaian yang diraih yang sifatnya subjektif. Hal ini menjadi konsep dasar dari kebahagian masyarakat. Kepuasan terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan, pekerjaan, penghasilan, kehidupan pergaulan sosial, ketersediaan waktu luang, pendapatan tambahan di luar penghasilan, serta keamanan, merupakan kepuasan yang dapat diukursecara objektif maupun subjektif. Dari pengukuran tersebut diformulasikanlah tingkat kebahagiaan warga atau masyarakat di sebuah perkotaan.


Kota Bandung dengan jumlah warga 2,4 juta penduduk memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan, baik dari sisi sosial maupun lingkungan. Kelebihan dan kekurangan ini dari masa ke masa menjadi gaya tarik menarik yang mengarah pada degradasi atau prestasi. Kompleksitas kelebihan dan kekurangan ini ditambah lagi dengan segala hal yang sifatnya eksternalitas, yaitu peluang-peluang dan ancaman-ancaman yang juga berangkat dari aspek yang sama, baik sosial, poltik, budaya, ekonomi, maupun lingkungan. Untuk tetap dapat berada pada keseimbangan yang optimal bagi kebahagiaan masyarakat Kota Bandung, maka berbagai aspek peluang dan kekuatan dioptimalkan.

Ruang yang diberikan kepada warga Kota Bandung tidak selayaknya dimanfaatkan hanya untuk mencapai indikator-indikator pencapaian perekonomian saja, walau di berbagai negara berkembang, indikator ekonomi selalu menjadi indikator populer. Ruang terbuka, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik sudah selayaknya pula dijadikan peluang bagi peningkatan pencapaian indikator-indikator lain, seperti kebahagiaan.

RuangTerbuka, Ruang terbuka Hijau dan Ruang Publik menurut penelitian:

  1. Mampu memberikan dampak positif terhadap psikis seseorang yang tinggal di pemukiman padat penduduk, dampak positif tersebut adalah rasa nyaman, tenang, tenteram yang se-ide dengan konsep bahagia;
  2. Memiliki dampak positif dan berjangka panjang;
  3. Sejalan dengan konsep bahagia akan menciptakan suasana yang sehat dan berpengaruh besar pada kesehatan orang-orang yang tinggal di pemukiman padat penduduk.


Hasil penelitian yang dilansir oleh situs BBC dengan ala mat bbc.co.uk yang dimuat dalam jurnal ilmiah Environmental Science and Technology. Dal am penelitian ini, penulis dari European Centre for Environment and Human Health di University of Exeter di lnggris, Dr. Matthew White menjelaskan, warga di kawasan perkotaan yang lebih hijau menunjukkan gejala kecemasan atau depresi yang lebih rendah dibanding warga yang tinggal di wilayah yang pad at.


Bukan saja karena permasalahan kesehatan yang menjadi dasar perhatian pada kebahagiaan, terutama kesehatan kejiwaan yang sempat dinyatakan dalam data dari Rumah Sa kit Hasan Sadikin Bandung yang menyebutkan terdapat sekitar 600 ribu warga Kota Bandung yang menderita tekanan kejiwaan karena berbagai hal terkait aspek penting kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan, keamanan, pendapatan dan lain-lain, dimana aspek-aspek ini pun menjadi penting bagi pemerintah kota.


Permasalahan lain seperti m1n1mnya ketersediaan ruang terbuka umum atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang menjadi hak mendasar bagi warga membuat peluang dan kekuatan Kota Bandung yang perlu dioptimalkan tadi menjadi terkendala.

Materi selengkapnya silahkan download DISINI

Dokumen Foto: https://travel.kompas.com/read/2016/02/26/220200027/Malam.Minggu.di.Bandung.Mampir.ke.Bandung.Culinary.Night