CLOSE
Geopark Sebagai Strategi Pemicu Pemulihan Pariwisata Saat Pandemi COVID-19
October 26, 2020

Pandemi COVID-19 yang telah terhitung tujuh bulan melanda Indonesia membuat industri pariwisata kewalahan. Industri pariwisata mengalami penurunan permintaan tajam dari wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai akibat dari pemberlakuan kebijakan pembatasan perjalanan. Menurut data yang dilansir Kemenparekraf (2020), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia per bulan Agustus 2020 mengalami penurunan hingga 89,22% dibandingkan dengan bulan Agustus 2019. Kondisi tersebut patut diwaspadai karena secara signifikan akan berdampak negatif pada sektor-sektor pendukungnya, seperti jasa transportasi, UMKM, biro perjalanan, dan sebagainya. Maka, diperlukan strategi untuk memulihkan industri pariwisata pada masa pandemi COVID-19.

Ketua Sekretariat Nasional Sustainable Development Goals (SDGs) Bappenas, Amalia Widiyasanti, mengatakan bahwa geopark dapat menjadi salah satu cara untuk menggenjot jumlah wisatawan domestik untuk menggantikan wisatawan mancanegara yang jumlahnya sedang turun akibat pandemi COVID-19 (27/2/2020). Geopark dianggap mampu menjadi pemicu awal pemulihan pariwisata yang dapat menyerap tenaga kerja dan memberikan efek berganda bagi sektor-sektor pendukung industri pariwisata. Hal tersebut dapat dibuktikan dari kontribusi pengembangan Geopark Gunung Sewu menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) terhadap ekonomi lokal. Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tiga kabupaten yang menjadi lokasi Geopark Gunung Sewu, yaitu Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Tulungagung, mengalami peningkatan hampir 50% dari Rp31,1 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp43,8 miliar pada tahun 2019. Investasi di sana pun turut meningkat pesat.

Apalagi, saat ini di Indonesia terdapat 19 geopark dengan kelas nasional yang mana lima diantaranya telah mendapatkan status UGG. Fakta tersebut mendukung pernyataan bahwa optimalisasi pengembangan geopark dapat menjadi aset tersendiri bagi industri pariwisata pada masa krisis pandemi COVID-19. Terlebih lagi, preferensi wisatawan lokal saat ini diprediksi cenderung memilih jenis wisata bernuansa alam karena alasan keamanan dan kesehatan.

Berkaitan dengan itu, Bappenas menekankan tiga strategi pengembangan geopark pada masa pandemi COVID-19. Pertama, mengakselerasi pengembangan geopark sebagai salah satu strategi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui pemulihan industri pariwisata berbasis ekonomi lokal. Kedua, mengelaborasi pendekatan digital dan sosial media dalam strategi komunikasi dan promosi geopark. Ketiga, mempererat kerja sama antar daerah bersama dengan masyarakat lokal, salah satunya dengan memperkuat kapasitas kelembagaan pengelola. Tak lupa, penerapan protokol kesehatan juga harus menjadi perhatian penting agar tetap produktif dan aman COVID-19. Strategi pengembangan tersebut harus diiringi dengan kerja sama multi pihak dari para pemangku kepentingan, seperti pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal, termasuk perguruan tinggi dan sektor swasta.

Pada tahap pengembangan saat ini, Bappenas sedang menyusun Rencana Nasional Geopark untuk mengintegrasikan pengembangan geopark terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Bappenas menyadari bahwa pengembangan geopark sebagai pariwisata berkelanjutanbaik di masa maupun pasca pandemi COVID-19, akan mampu memberikan manfaat bukan hanya terhadap perekonomian lokal, tetapi juga pelestarian lingkungan, pengonservasian warisan alam dan budaya, pengayaan intelektual dan edukasi, penguatan identitas masyarakat lokal, serta pemicu kebangkitan inovasi industri kreatif lokal. Manfaat dari pengembangan geopark tersebut secara jangka panjang akan mengakselerasi tercapainya 9 dari 17 tujuan pada TPB, diantaranya: (i) Tujuan 1: Tanpa Kemiskinan; (ii) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas; (iii) Tujuan 5: Kesetaraan Gender; (iv) Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (v) Tujuan 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; (vi) Tujuan 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (vii) Tujuan 13: Penanganan Perubahan Iklim; (viii) Tujuan 14: Ekosistem Lautan, dan (ix) Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Sumber:
Bappenas. (2020, Oktober 15). Bappenas Elaborasi Peran Geopark Sebagai Pemicu Pemulihan Ekonomi untuk Menyerap Tenaga Kerja. Bappenas. Dapat diakses DISINI;
Dimyati, Vien. (2020, Juni 19). Mengenal Wisata Geopark, Pariwisata Berkelanjutan Era New Normal. iNews.id. Dapat diakses DISINI;
Widodo, Wahyu Setyo. (2020, Februari 28). Bappenas: Geopark Run Dorong Wisata Domestik & Redam Corona. Detik Travel. Dapat diakses DISINI

Foto: Kompas.com


Kontributor:

Dike Armelia Saviera

Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta

UCLG ASPAC

Internship