CLOSE

Profil Daerah


Sulawesi Selatan

Profil Singkat

Sulawesi Selatan adalah sebuah provinsi di belahan timur Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sulawesi. Kota Makassar adalah ibu kota provinsi yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di sebelah utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di timur, Selat Makassar di barat dan Laut Flores di selatan. Provinsi Sulawesi Selatan terbentuk pada tanggal 13 Desember 1960 dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 47 Tahun 1960 yang mengesahkan terbentuknya Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara. Empat (4) tahun setelah itu, melalui UU Nomor 13 Tahun 1964 Pemerintah Pusat memisahkan Provinsi Sulawesi Tenggara dari Provinsi Sulawesi Selatan. Terakhir, pemerintah memecah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi dua, berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004. Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Polewali Mandar yang tadinya merupakan kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, resmi menjadi kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat seiring dengan berdirinya provinsi tersebut pada tanggal 5 Oktober 2004 berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004.

Provinsi yang terkenal dengan lagu daerah Angin Mamiri ini terdiri dari 21 kabupaten, 3 kota, 305 kecamatan, 792 kelurahan, dan 2.255 desa. Provinsi Sulawesi Selatan memiliki luas wilayah sebesar 45.764,53 km2. Menurut data BPS tahun 2019, jumlah penduduk di Provinsi Sulawesi Selatan tercatat mencapai 8,82 juta orang, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,94 persen. Kota Makassar sebagai ibukota provinsi menjadi daerah terpadat di Sulawesi Selatan dengan jumlah penduduk sebesar 1.526.677 jiwa.

GubernurProf. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr. (periode 2018-2023)
Dilantik: 5 September 2018

Peluang Investasi Daerah

Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2019 memiliki target investasi yang terbilang cukup besar. Dari target investasi yang ditetapkan yaitu sebesar Rp 13,02 triliun, hanya tercapai sebesar Rp 10,2 triliun di sepanjang tahun 2019. Pencapaian investasi ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pencapaian investasi pada tahun 2018, yang mencapai Rp 11,5 triliun.

Investasi pada tahun 2019 memang pada awalnya cenderung melambat. Pada triwulan I, investasi Sulawesi Selatan mencapai Rp 2,7 triliun, di triwulan II mengalami penurunan menjadi Rp 1,6 triliun, dan di triwulan III kembali mengalami penurunan menjadi Rp 1,42 triliun. Namun di triwulan IV justru mengalami peningkatan dengan realisasi mencapai Rp 4,486 triliun, yang berasal dari PMDN sebesar Rp 3,070 triliun dan PMA sebesar Rp 1,416 triliun.

Peningkatan investasi pada triwulan IV tahun 2019 terjadi di tiga sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Ketiga sektor yang menyumbang peningkatan nilai investasi di tahun 2019 tersebut adalah :

  • sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 1,57 triliun (33%);
  • sektor pertambahan sebesar Rp 1,38 triliun (31%);
  • sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp 539 miliar (12%)
  • sektor lainnya, sebesar Rp 1,08 triliun (24%).

Pada tahun 2020, capaian investasi akan lebih diarahkan pada sektor-sektor tersebut karena dianggap masih potensial. Di samping itu, pemerintah juga akan melakukan perbaikan regulasi, terutama yang mendorong kemudahan dalam berinvestasi, dengan mendorong partisipasi aktif dari lembaga-lembaga terkait serta dari pemerintah daerah.

Peluang investasi lainnya yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Selatan ada di beberapa sektor, antara lain:

  1. Sektor Pertanian
    • Komoditi Padi
      Sentra pengembangan komoditas padi berada di Kabupaten Sidrap, Pinrang, Bone, Wajo, Soppeng, dan Luwu. Kinerja produksi pertanian khususnya padi sebagai komoditas strategis mengalami pertumbuhan sebesar 1,06% dari 5.727.081 ton padi pada tahun 2016, menjadi 6.055.279 ton padi pada tahun 2017.
    • Komoditi Pangan - Jagung
      Tiga industri pakan ternak yang berlokasi di dalam dan sekitar Kawasan Industri Makassar (KIMA), dengan total kapasitas produksi lebih kurang 500.000 ton jagung pertahun. Untuk tahun 2017, dengan luas lahan seluas 411.993 Ha, nilai produksi yang tercatat adalah sebesar 2.341.337 ton jagung. Hal ini merupakan industri pakan yang paling banyak menyerap hasil jagung petani rakyat di Sulawesi Selatan.
  2. Sektor Perkebunan
    • Komoditi Kakao
      Provinsi Sulawesi Selatan merupakan produsen utama kakao di Indonesia, dengan kontribusi sebesar 152,97 ton di 240.073 ha areal perkebunan, dengan nilai produksi sebesar Rp 4.742.132.000 pada tahun 2016.
    • Komoditi Kopi
      Potensi perkebunan kopi berada di Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang. Peluang bisnis/investasi yang bisa dilakukan adalah sebagai daerah agrowisata kopi, dan industri pengolahan kopi. Luas lahan perkebunan kopi di Tana Toraja seluas 12.824 Ha dengan nilai investasi sebesar Rp 3,08 miliar, dan Toraja Utara sebesar Rp 2,85 miliar. Sedangkan perkebunan kopi di Enrekang yang djadikan Agrowisata dengan luas 12.898 Ha, mempunyai nilai investasi sebesar Rp 185 juta/ Ha.
  3. Sektor Peternakan
    Potensi peternakan yang cukup besar untuk dikembangkan di Provinsi Sulawesi Selatan adalah agribisnis dari hulu, yakni budidaya dan penggemukan ternak sapi, budidaya ternak sapi perah, kerbai, kambing, dan usaha ternak unggas lokal. Sedangkan agribis dari hilir, berupa industri pasca panen dan pengolahan hasil peternakan.
  4. Sektor Industri/ Infrastruktur
    • Industri Pakan Ikan
      Lokasi pengembangan industri pakan ikan direncanakan dibangun di Kawasan Industri di Desa Polewali Kabupaten Pinrang, di mana sarana pendukung aktivitas investasi telah tersedia. Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Pinrang yang mencapai 35.785,90 ton dengan luas area pemeliharaan mencapai 20.186,30 ha ini, mempunyai nilai produksi sebesar 15 ton/hari atau 450 ton/bulan. Nilai investasi yang tertanam di industri ini adalah sebesar Rp 15.375.990.000 dengan masa investasi 10 tahun.
    • Pengembangan Kawasan Industri Parepare
      Kota Parepare merupakan salah satu pusat pengembangan kawasan ekonomi terpadu (KAPET), dengan posisi wilayah yang strategis, berada dekat dengan wilayah sentra pengembangan komoditas unggulan daerah. Luas lahan yang tersedia sebesar ± 123,30 ha, di mana ± 35 ha merupakan hak milik Pemerintah Kota Parepare. Skema bisnis yang dijalankan adalah Pemerintah-Swasta.
    • Kawasan Industri Maros-Makassar
      Luas area PT KIMA terbentang di area seluas 203 ha, yang terletak di poros Maros-Makassar, di sekitar 15 km dari Kota Makassar. Pengembangan kawasan baru di Kabupaten Maros (KIMA 2 Maros) seluas 650 ha, merupakan bagian dari konsep pembangunan Kawasan Strategis Propinsi Maminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Gowa, Takalar). PT KIMA telah mengembangkan usaha industri terpadu (Newcore Business), antara lain Central Business Cluster (CBC) dengan konsep “One Stop”, yang menjadi terbaik di kawasan timur Indonesia. Skema bisnis yang dijalankan adalah kerjasama Pemerintah-Swasta.
    • Revitalisasi Kawasan Pelabuhan Pangkalan Nusantara dan Cappa Ujung
      Pelabuhan Parepare sudah dalam kondisi i, jika dilihat dari jumlah penumpang dan angkutan barang dibandingkan dengan kapasitas pelabuhan Parepare yang tersedia saat ini. Untuk itu perlu dikembangkan penambahan kapasitas pelabuhan dan sarana penunjang lainnya. Seperti pembangunan Terminal Penumpang Pangkalan Nusantara dan pengembangan Dermaga Pangkalan Cappa di Kota Parepare. Nilai investasi yang direncanakan dalam pengembangan ini adalah sebesar ± Rp 6,5 miliar, dengan luas Pangkalan Nusantara seluas 1000 m2 dan Cappa Ujung seluas 200 m2. Skema bisnis yang dijalankan adalah kerjasama Pemerintah-Swasta.
  5. Sektor Pertambangan
    Potensi dan peluang investasi yang Provinsi Sulawesi Selatan di sektor pertambangan, antara lain adalah :
    • Emas, banyak ditemukan di beberapa daerah, seperti Kabupaten Luwu, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Bulukumba;
    • Bijih besi, banyak ditemukan di Kabupaten Luwu Timur dengan cadangan sebesar 23,9 ton, dan Kabupaten Bone dengan deposit sebesar 9,38 juta ton;
    • Pasir besi, yang terdapat di Kabupaten Takalar dengan potensi sebesar 4,9 juta ton, Kabupaten Selayar sebanyak 37.500 ton, dan Kabupaten Jeneponto sebanyak 500.000 ton;
    • Mangan, ditemukan di Kabupaten Bone dalam bentuk ketul dan vein dengan masing-masing cadangan 5.002.325 ton. Lokasi lain juga ditemukan di Kabupaten Barru dengan cadangan sebesar 941.000 ton;
    • Nikel, hanya terdapat di Kabupaten Luwu Timur, yang mempunyai potensi sumberdaya sebesar 13,4 juta ton;
    • Timah hitam, banyak ditemukan di Kabupaten Gowa dengan cadangan sebesar 2.375 ton, Kabupaten Tana Toraja sebesar 125.000 ton. Lokasi pertambangan nikel lainnya adalah di Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Tana Toraja.
    • Tembaga, banyak ditemukan di Kabupaten Tana Toraja dengan deposit sebesar 8,5 juta ton dan Kabupaten Luwu Utara dengan deposit sebesar 50 ribu ton.
    • Marmer, banyak ditemukan di Kabupaten Maros dengan cadangan 75 miliar ton, Kabupaten Bone sebesar 10 miliar ton, Kabupaten Pangkep sebesar 698,5 juta m3, Kabupaten Luwu dengan cadangan 1 juta ton. Selain itu masih ada cadangan deposit di Kabupaten Enrekang, Luwu Utara, dan Kabupaten Barru yang masih dalam tahap identifikasi.
  6. Sektor Kehutanan
    Sutera alam merupakan salah satu dari lima komoditas HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) unggulan nasional. Provinsi Sulawesi Selatan adalah salah satu daerah yang berpeluang besar untuk pengembangan sutera alam. Kebangkitan kembali produksi benang sutera di Sulawesi Selatan akan didukung dengan adanya Balai Persuteraan Alam di Bili-Bili Gowa. Luas areal budidaya Murbei di Kabupaten Wajo, Soppeng dan Sidrap mencapai 1.305,91 Ha.
  7. Sektor Pariwisata
    Pariwisata adalah salah sektor yang terus dikumandangkan oleh pemerintah pusat dan daerah. Slogan “Visit Indonesia” atau “Visit South Sulawesi” dibuat untuk mengundang wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia atau ke daerah seperti Sulawesi Selatan. Objek wisata di Provinsi Sulawesi Selatan, antara lain:
    • Toraja Festival & Lovely December di Kabupaten Tana Toraja, yang dijadikan ajang puncak akhir tahun untuk menarik para wisatawan mancanegara,
    • Wisata kuliner dan pusat perbelanjaan di Kota Makassar,
    • Wisata alam seperti Taman Nasional Takabonerate di Kabupaten Selayar,
    • Wisata Tanjung Bira di Kabupaten Bulukamba,
    • Air Terjun Bantimurung di Kabupaten Maros,
    • Wisata Sejarah dan Budaya seperti Istana Ballalompoa di Kabupaten Gowa,
    • Wisata Lukisan Prasejarah di Taman Nasional Lean-Leang di Kabupaten Maros-Pangkep.
Prioritas Daerah

Visi dan misi merupakan instrumen pengendalian arahan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan yang akan diemban selama lima tahun ke depan. Visi misi dan program kerja menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung semua potensi yang dimiliki Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjadi lokomotif di Kawasan Indonesia Timur. Untuk mencapai target-target pembangunan yang menjadi amanah RPJPD pada tahun 2025, Pemerintah Sulawesi Selatan mengusung Visi pembangunan daerahnya, yaitu “Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, Inklusif dan Berkarakter”.

Untuk mewujudkan Visi pembangunan daerah tersebut, dijabarkan melalui 5 (enam) Misi Pembangunan, yang meliputi:

  1. Pemerintahan yang berorientasi melayani, inovatif, dan berkarakter
  2. Peningkatan infrastruktur yang berkualitas dan aksesibel
  3. Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif
  4. Pembangunan manusia yang kompetitif dan inklusif
  5. Peningkatan produktivitas dan daya saing produk sumber daya alam yang berkelanjutan

Kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang tertuang dalam RPJMD 2018-2023, Fokus Anggaran Pembangunan pada tahun 2020 akan dititikberatkan pada peningkatan SDM. Sebagai penjabaran dari visi misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, selama periode 2018-2023, pembangunan akan tetap difokuskan pada lima (5) program nyata, yaitu:

  1. Pemberdayaan ekonomi rakyat;
  2. Pembangunan infrastruktur;
  3. Pembangunan rumah sakit regional di enam wilayah dan ambulan, serta dokter siaga;
  4. Menciptakan birokrasi yang anti korupsi dan pendidikan masyarakat madani;
  5. Membangun destinasi wisata yang memadai dan berkualitas.
Payung Hukum dan Kebijakan yang Mendukung TPB

Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No. 1 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023.

Status Pelaksanaan TPB Terkini
  • Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Maret 2019 sebesar 767,80 ribu jiwa, mengalami penurunan sebesar 24,83 ribu jiwa jika dibandingkan dengan kondisi pada bulan Maret 2018;
  • Persentase kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan dari 9,06 persen (2018) menjadi 8,69 persen (2019). Persentase penduduk miskin mengalami penurunan, baik daerah perkotaan maupun pedesaan selama periode Maret 2018-Maret 2019;
  • Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan sebesar 0,76 persen dari 70,90 persen (2018) menjadi 71,66 persen (2019);
  • Usia Harapan Hidup mengalami peningkatan sebesar 0,35 tahun dari 70,08 tahun (2018) meningkat menjadi 70,43 tahun (2019);
  • Harapan Lama Sekolah juga mengalami peningkatan sedikit sebesar 0,02 tahun dari 13,34 tahun (2018) meningkat menjadi 13,36 tahun (2019);
  • Rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,2 tahun dari 7,75 tahun (2016) meningkat menjadi 7,95 tahun (2017);
  • Pengeluaran Per Kapita disesuaikan Per Tahun mengalami peningkatan sebesar Rp 304 ribu dari Rp 10.814 ribu (2018) menjadi sebesar Rp 11.118.000 (2019);
  • Perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mengalami peningkatan sebesar Rp 2,7 juta, dari yang dicapai pada tahun 2018 sebesar Rp 40,32juta menjadi Rp 43,02 juta pada tahun 2019;
  • Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan sebesar 0,27 persen dari 5,61 persen (2017) menjadi 5,34 persen (2018).
  • Angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan dari 155 kasus (2017) menjadi 139 kasus (2018);
  • Kerawanan Stunting di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan sebesar 5 persen atau sekitar 7.986 anak, dari 159.375 anak (2018) menjadi 151.398 anak (2019);
  • Persentase jumlah rumah/tempat tinggal di seluruh Provinsi Sulawesi Selatan dengan akses sanitasi memadai mencapai 73 persen pada tahun 2017;
Strategi Pemerintah Provinsi untuk mendorong Pemerintah Kota dan Kabupaten untuk menyelaraskan RPJMDnya dengan indikator-indikator TPB

n/a

Praktik TPB

n/a

Kontak

Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan
Jln. Urip Sumoharjo No. 269
Kota MAKASSAR, Sulawesi Selatan 90231
Telp/Fax.: (0411) 453486
Email: bappeda@sulselprov.go.id
Website: https://sulselprov.go.id/pages/des_opd/badan-perencanaan-pembangunan-daerah-provinsi-sulawesi-selatan

Sumber:

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Profil Provinsi. [Online], Diakses dari https://sulselprov.go.id/pages/profil_provinsi

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) BPK RI, Database Peraturan, 2020. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 47 Tahun 1960, Pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara dan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah. [Online], Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/53591/perpu-no-47-tahun-1960

Databoks, 2019. Jumlah Penduduk di Sulawesi Mencapai 19 Juta Jiwa. [Online], Diakses dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/07/08/jumlah-penduduk-di-sulawesi-mencapai-19-juta-jiwa

Databoks, 2019. Jumlah Penduduk Kota Makassar Mencapai 17% Penduduk Sulawesi Selatan. [Online], Diakses dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/23/jumlah-penduduk-kota-makassar-mencapai-17-penduduk-sulawesi-selatan

Bisnis.com, 2018. Pertumbuhan Penduduk Sulsel. [Online], Diakses dari https://foto.bisnis.com/view/20181230/874013/-pertumbuhan-penduduk-sulsel/2

Idntimes.com, 2018. Hari Toilet Sedunia: Menengok Sanitasi Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Angka. [Online], Diakses dari https://sulsel.idntimes.com/news/sulsel/achmad-hidayat-alsair/hari-toilet-sedunia-menengok-sanitasi-provinsi-sulsel-dalam-angka/1

_______,2020. Realisasi Investasi Sulsel di Tahun 2019 Gagal Mencapai Target. [Online], Diakses dari https://sulsel.idntimes.com/news/sulsel/asrhawi-muin/realisasi-investasi-sulsel-2019-gagal-mencapai-target

SulawesiBisnis.com, 2020. Sulsel Revisi Target Investasi Tahun Ini. [Online], Diakses dari https://sulawesi.bisnis.com/read/20200214/540/1201654/sulsel-revisi-target-investasi-tahun-ini

_______, 2020. Investasi Sulsel Turun Hingga 63 Persen. [Online], Diakses dari https://sulawesi.bisnis.com/read/20200214/540/1201654/sulsel-revisi-target-investasi-tahun-ini

DPM-PTSP Provinsi Sulawesi Selatan, 2019. Realisasi Investasi. [Online], Diakses dari https://dpmptsp.sulselprov.go.id/publik-investasi?id=2

Antaranews.com, 2018. Gubernur Sulses Baru Paparkan Visi-Misi Pemerintahannya. [Online], Diakses dari https://makassar.antaranews.com/berita/103492/gubernur-sulsel-baru-paparkan-visi-misi-pemerintahannya

Fajar.co.id, 2019. Kebijakan RPJMD 2018-2023, NA: Fokus Anggaran Pembangunan 2020 Peningkatan SDM. [Online], Diakses dari https://fajar.co.id/2019/11/12/kebijakan-rpjmd-2018-2023-na-fokus-anggaran-pembangunan-2020-peningkatan-sdm/

News.rakyatku.com, 2019. Resmi, DPRD Sulsel dan Gubernur Sepakati RPJMD Sulsel 2018-2023 Plus 2 Ranperda. [Online], Diakses dari http://news.rakyatku.com/read/139461/2019/02/12/resmi-dprd-sulsel-dan-gubernur-sepakati-rpjmd-sulsel-2018-2023-plus-2-ranperda

BPS, 2019. Profil Kemiskinan Sulawesi Selatan, Maret 2019. [Online], Diakses dari https://sulsel.bps.go.id/pressrelease/2019/07/15/456/profil-kemiskinan-sulawesi-selatan--maret-2019.html

_______, 2019. Indeks Pembangunan Manusia 2010-2019. [Online], Diakses dari https://sulsel.bps.go.id/subject/26/indeks-pembangunan-manusia.html#subjekViewTab3

_______, 2019. Umur Harapan Hidup Saat Lahir 2010-2019. [Online], Diakses dari https://sulsel.bps.go.id/statictable/2020/02/28/240/-metode-baru-umur-harapan-hidup-saat-lahir-uhh-2010---2019.html

_______, 2019. Harapan Lama Sekolah 2010-2019. [Online], Diakses dari https://sulsel.bps.go.id/statictable/2020/02/28/236/-metode-baru-harapan-lama-sekolah-2010---2019.html

_______, 2019. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Provinsi Sulawesi Selatan, 2010-2017. [Online], Diakses dari https://sulsel.bps.go.id/dynamictable/2015/11/25/31/-metode-baru-rata-rata-lama-sekolah-rls-provinsi-sulawesi-selatan-2010-2017.html

_______, 2019. Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Ribu Rupiah/Orang/Tahun), 2010-2019. [Online], Diakses dari https://sulsel.bps.go.id/statictable/2020/02/28/238/-metode-baru-pengeluaran-per-kapita-disesuaikan-ribu-rupiah-orang-tahun-2010---2019.html

_______, 2019. PDRB Per Kapita Kabupaten/Kota Menurut Lapangan Usaha, 2010-2019 (Juta Rupiah). [Online], Diakses dari https://sulsel.bps.go.id/statictable/2020/05/27/274/-seri-2010-pdrb-per-kapita-kabupaten-kota-menurut-lapangan-usaha-2010-2019-juta-rupiah-.html

_______, 2019. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, 2000-2018. [Online], Diakses dari https://sulsel.bps.go.id/dynamictable/2016/01/19/106/tingkat-pengangguran-terbuka-tpt-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-sulawesi-selatan-2000-2018.html

AntaraNews.com, 2019. Dinkes Sulsel: 75 Kasus Kematian Ibu Melahirkan Selama Juni 2019. [Online], Diakses dari https://makassar.antaranews.com/berita/132278/dinkes-sulsel--75-kasus-kematian-ibu-melahirkan-selama-juni-2019

Medcom.id, 2020. Angka Stunting di Sulsel Turun Diklaim 5%. [Online], Diakses dari https://www.medcom.id/nasional/daerah/3NOGlQzN-angka-stunting-di-sulsel-turun-diklaim-5

Bagikan: