CLOSE

Profil Daerah


Papua

Profil Singkat

Provinsi Papua merupakan provinsi yang berada di bagian timur Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Indonesia, Papua Nugini. Secara geografis,  Provinsi Papua berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik (Utara), Provinsi Papua Barat (Barat), Papua Nugini (Timur), dan Laut Arafuru (Selatan). Sebelum dikenal dengan nama Papua, provinsi ini telah beberapa kali berganti nama dan dikenal dengan nama Irian (1946), Irian Barat (1969-1973) dan Irian Jaya (1973-2002). Penggantian nama dari Irian Jaya menjadi Papua dilakukan sesuai dengan UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua.

Provinsi yang juga dikenal sebagai Bumi Cendrawasih ini memiliki luas wilayah terbesar di Indonesia dengan total luas wilayah sebesar 316,552.6 km2. Secara administratif, Provinsi Papua terdiri atas 28 kabupaten dan 1 kota, dengan kabupaten terluas yakni Kabupaten Merauke dan terkecil adalah Kabupaten Supiori. Proyeksi penduduk Provinsi Papua pada tahun 2019 mencapai 3.379,3 ribu jiwa dengan jumlah penduduk terbanyak berada di Kota Jayapura. Laju pertumbuhan penduduk di Papua sejak tahun 2010 hingga 2019 bertambah sebesar 1,88 persen. Provinsi dengan ibukota Provinsi Kota Jayapura ini menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kepadatan penduduk terendah di Indonesia yaitu sebesar 11 orang per km2. Komposisi penduduk laki-laki tercatat lebih besar daripada perempuan dengan 52,5 persen penduduk laki-laki dan 47,5 persen penduduk perempuan. Pertumbuhan PDRB ADHK Provinsi Papua di tahun 2018 mencapai Rp 159.728,93 miliar dengan distribusi pertumbuhan terbesar ada di sektor pertambangan yang mencapai 43,02%.

Gubernur : Lukas Enembe (2018-sekarang)
Dilantik:  5 September 2018

Peluang Investasi Daerah

Provinsi Papua mengembangkan 4 daerah/kawasan yang diprioritaskan sebagai daerah pengembang investasi, yakni:

  1. Kawasan Mamberamo:
    • Pembangkit Listrik Tenaga Air (Hydro Power);
    • Pusat Industri Pertanian Terpadu yang full mechanized;
    • Agro Industri;
    • Metal Processing (alumunium, besi, tembaga dan emas);
    • Eco Tourism di Gunung Foja, tempat ratusan jenis flora dan fauna langka.
  1. Biak dan Teluk Cendrawasih:
    • Pusat perdagangan langsung internasional;
    • Export processing zone and free trade zone;
    • Pelabuhan bebas;
    • Peluncuran Satelit;
  1. Mimika – Yahukimo – Pegunungan Tengah:
    • Tanah pertanian/perkebunan dataran rendah yang luas cocok untuk kelapa sawit, kakao dan sebagainya;
    • Tanah pertanian/perkebunan dataran tinggi yang cocok untuk perkembangan pertanian organik, seperti kopi, buah merah, dan sebagainya;
    • Eco-tourism Taman Nasional Lorentz dari kawasan laut sampai puncak pegunungan bersalju;
    • Deposit tambang tembaga, emas dan logam lainnya dalam jumlah besar.
  1. Merauke dan sekitarnya:
    • Tanah yang cocok untuk perkembangan pertanian/perkebunan agro industri, seperti padi, tebu, kelapa sawit, dan bio diesel;
    • Tanah yang luas untuk industri kehutanan;
    • Potensi industri perikanan;
    • Wisata budaya Asmat;
    • Eco-tourism Taman Nasional Wasur bekerjasama dengan Tunda National Park PNG, dan Kakandoo National Park Australia.
Prioritas Daerah

Berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Papua tahun 2019-2023, Provinsi Papua memiliki visi “Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera yang Berkeadilan”. Selama 5 tahun tersebut, perencanaan pembangunan Provinsi Papua akan diprioritaskan pada:

  1. Memantapkan kualitas dan daya saing SDM;
  2. Memantapkan rasa aman, tenteram dan damai serta kehidupan demokrasi memperkuat bingkai NKRI,
  3. Penguatan tata kelola pemerintahan;
  4. Penguatan dan percepatan perekonomian daerah berbasis potensi unggulan lokal dan pengembangan wilayah berbasis kultural secara berkelanjutan;
  5. Percepatan pembangunan daerah tertinggal terdepan, terluar dan tertentu.
Payung Hukum dan Kebijakan yang Mendukung TPB
  • Undang-Undang No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.
  • Peraturan Gubernur Papua No. 23 tahun 2018 tentang Program Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera (BANGGA Papua).
Status Pelaksanaan TPB Terkini
  • Melalui BANGGA Papua, ada peningkatan cakupan dalam jumlah penerima manfaat sejak 2018, dimana wali penerima manfaat awalnya hanya berjumlah 16,027 orang, pada tahun 2019 meningkat hingga 23.425 orang. Saat ini, BANGGA Papua sudah berhasil menjangkau hingga lebih dari 24.000 wali penerima manfaat.
  • Peningkatan cakupan penerima manfaat untuk anak-anak juga meningkat sejak 2018, yang pada awalnya berjumlah 20,356 anak, pada tahun 2019 meningkat menjadi 31,917 anak, dan saat ini sudah berhasil menjangkau hingga lebih dari 32.000 anak.
  • Total dana yang telah ditransfer kepada penerima manfaat di 3 Kabupaten (Wilayah Pilot Project), yaitu Kabupaten Paniai, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Lanny Jaya telah mencapai angka Rp. 121.503.400.00, yang pada 2018 berjumlah Rp 48.279.600.000 dan mengalami peningkatan pada 2019 dengan jumlah dana sebesar Rp. 73.223.800.000.
  • Terdapat peningkatan administrasi kependudukan, cakupan NIK diperkirakan telah melebihi 50% di ketiga Kabupaten.
  • Meningkatnya akses terhadap pelayanan kesehatan, Sekber BANGGA Papua bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada anak-anak, seperti imunisasi, sehingga tingkat imunisasi lengkap bertambah secara signifikan dan sudah mencapai 50% serta kelahiran bayi dengan bantuan tenaga kesehatan telah melampaui 70%.
  • Penurunan jumlah kematian ibu/anak karena adanya integrasi Program 1000 Hari Pertama Kehidupan.
  • Saat ini terdapat 8,978 anak yang sudah berakhir masa kepesertaan dalam program BANGGA Papua, 4,687 anak di Asmat, 2,657 anak di Paniai, dan 1,634 anak di Lanny Jaya.
  • Saat ini, sudah 33% masyarakat Papua dapat mengakses sanitasi layak, namun penduduk miskin dan rentan di Papua hanya sekitar 15% yang dapat mengakses air bersih.
  • Pada Maret 2020, kemiskinan masih mendominasi pedesaan, utamanya di Kawasan Timur Indonesia, termasuk Papua dengan jumlah 1,39 juta orang.
  • Menurut status IPD per Pulau, pada tahun 2018, Papua memiliki 6305 desa tertinggal, 1030 desa berkembang, dan hanya 13 desa yang sudah memiliki status desa mandiri.
  • Berdasarkan Indeks Pengembangan Manusia (IPM), Papua masih memiliki tingkat kemiskinan paling tinggi sebesar 26,64% jika dibandingkan dengan Papua Barat, NTT, Maluku, dan Gorontalo.
  • Sejak 2013 hingga 2018, alokasi dana Otonomi Khusus terus meningkat untuk Papua dan Papua Barat, namun dampaknya terhadap penurunan tingkat kemiskinan tidak terlalu signifikan.
Strategi Pemerintah Provinsi untuk mendorong Pemerintah Kota dan Kabupaten untuk menyelaraskan RPJMDnya dengan indikator-indikator TPB

n/a

Praktik TPB

TPB 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)

Puskesmas Udara

Terbatasnya jangkauan pelayanan kesehatan di Kabupaten Nduga akibat permasalahan transportasi serta aspek geografis, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nduga menciptakan sebuah inovasi yang dinamakan ‘Puskesmas Udara’. Dalam inovasi ini, Dinkes Nduga menyediakan suatu armada penerbangan (helikopter) untuk melakukan pelayanan kesehatan ke kampung-kampung di Nduga. Tidak hanya memuat obat-obatan, vaksin dan peralatan kesehatan lainnya, helikopter juga membawa tenaga kesehatan yang terdiri atas bidan, perawat, tenaga analis, tenaga gizi dan tenaga kesehatan lingkungan.

TPB 2 (Mengakhiri Kelaparan) & TPB 10 (Berkurangnya Kesenjangan)

Bangga Papua

Program Bangun Generasi dan Keluarga Sejahtera (Bangga) Provinsi Papua merupakan program dari Provinsi Papua yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Provinsi Papua dan mewujudkan generasi emas anak-anak asli Provinsi Papua. Program yang sudah dimulai sejak tahun 2013 ini memiliki sasaran khusus, yaitu anak-anak di bawah 4 tahun dengan memberikan jaminan tunai langsung bagi keluarga yang memiliki anak di bawah 4 tahun. Bantuan tunai tersebut diberikan agar anak-anak mendapatkan pemenuhan gizi yang baik dan dapat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan. Program ini telah dilaksanakan di beberapa kabupaten di Provinsi Papua yang memiliki tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sangat rendah, seperti Kabupaten Paniai, Lanny Jaya, Asmat dan berbagai kabupaten di Provinsi Papua lainnya.

 

Kontak

Kantor Bappeda Provinsi Papua
Jalan Soa-siu Dok II Jayapura
Telp: 0967- 533912
Website: https://bappeda.papua.go.id/
Email: admin@bappeda.papua.go.id

Sumber

Abubar, M., 2019. Dinkes Nduga terapkan inovasi pelayanan melalui puskesmas udara. [Online], Diakses dari https://papua.antaranews.com/berita/514060/dinkes-nduga-terapkan-inovasi-pelayanan-melalui-puskesmas-udara

Bank Indonesia, 2020. Laporan Perekonomian Provinsi Papua Februari 2020. [Online], Diakses dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/kajian-ekonomi-regional/papua/Pages/Laporan-Perekonomian-Provinsi-Papua-Periode-Februari-2020.aspx

Bappenas, 2019. Konsultasi publik Rencana AksiDaerah Sustainable Development Goals (RAD-SDGs) Provinsi Papua tahun 2019-2023. [Online], Diakses dari http://sdgs.bappenas.go.id/konsultasi-publik-rencana-aksi-daerah-sustainable-development-goals-rad-sdgs-provinsi-papua-tahun-2019-2023/

Bappeda Provinsi Papua, 2019. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Papua. [Online], Diakses dari https://bappeda.papua.go.id/dokumen/RPJMD

Bappeda Provinsi Papua, 2019. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua, tahun 2019-2023. [Online], Diakses dari https://bappeda.papua.go.id/file/974499547.pdf

Bappeda Provinsi Papua, 2019. Ringkasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua (2019-2023). [Online], Diakses dari https://bappeda.papua.go.id/file/83647092.pdf

BPS, 2020. Rata-rata lama sekolah menurut Provinsi [Metode Baru], 2010-2019. [Online], Diakses dari https://www.bps.go.id/dynamictable/2020/02/18/1773/rata-rata-lama-sekolah-menurut-provinsi-metode-baru-2010-2019.html

BPS Provinsi Papua,  2019. Papua Dalam Angka 2019. [Online], Diakses dari https://papua.bps.go.id/publication/2019/08/16/e43fc034219586add3878e48/provinsi-papua-dalam-angka-2019.html 

_______, 2020. [Metode Baru] Indeks Pembangunan Manusia menurut Kabupaten/Kota, 2010-2019. [Online], Diakses dari https://papua.bps.go.id/dynamictable/2016/08/05/8/-metode-baru-indeks-pembangunan-manusia-menurut-kabupaten-kota-2010-2019.html

_______, 2020. Persentase penduduk miskin menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Papua, 2002-2019. [Online], Diakses dari https://papua.bps.go.id/dynamictable/2016/10/13/19/persentase-penduduk-miskin-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-papua-2002-2019.html

_______, 2020. Provinsi Papua Dalam Angka 2020, Penyediaan Data untuk Perencanaan Pembangunan. [Online], Diakses dari https://papua.bps.go.id/publication/2020/02/28/d5512728647d2e6a1fa963c0/provinsi-papua-dalam-angka-2020--penyediaan-data-untuk-perencanaan-pembangunan.html

Evarukdijati, 2019. Tingkat kematian ibu melahirkan di Papua tertinggi di Indonesia. [Online], Diakses dari https://www.antaranews.com/berita/1206628/tingkat-kematian-ibu-melahirkan-di-papua-tertinggi-di-indonesia

Pemerintah Provinsi Papua, 2019. Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2018-2023. Jayapura: Sekretaris Daerah Provinsi Papua.

_______, n.d. Pengembangan Investasi di Papua. [Online], Diakses dari  https://penghubung.papua.go.id/potensi-daerah/rencana-pengembangan-investasi/

_______, n.d. Sekilas Papua. [Online], Diakses dari https://www.papua.go.id/view-detail-page-254/Sekilas-Papua-.html

Ratumakin, R., 2020. Papua siapkan program penanganan stunting. [Online], Diakses dari https://www.medcom.id/nasional/daerah/JKRGXwwN-papua-siapkan-program-penanganan-stunting

Event Webinar Talk BANGGA Papua: Bantuan Tunai Menjangkau Daerah Terpencil pada 16 November 2020 yang diselenggarakan oleh Katadata

Bagikan: