
Tanpa Kemiskinan
Kesetaraan Gender
Menghadapi resistensi norma gender yang mengakar di masyarakat pesisir, Kota Parepare memilih strategi yang tidak biasa: alih-alih menghadirkan pelatihan massal, pemerintah mengirim sarjana perempuan lokal untuk mengetuk pintu rumah-rumah perempuan pesisir satu per satu. Pendekatan sederhana inilah yang kemudian dikenal sebagai Berdaya Srikandi, sebuah inovasi yang akhirnya mendapat pengakuan dunia.
Perempuan—khususnya dalam komunitas pesisir Indonesia—menghadapi tingkat kemiskinan, pengangguran, dan kerentanan ekonomi yang tinggi. Di tengah kuatnya norma gender tradisional, istri nelayan mengalami marginalisasi sosial yang membatasi akses terhadap kesempatan berusaha dan partisipasi dalam pengambilan keputusan ekonomi. Akibatnya, sebagian besar istri nelayan tidak memiliki pekerjaan tetap dan bergantung secara finansial. Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kota Parepare mengembangkan Berdaya Srikandi yang kemudian mengantarkan inovasi ini meraih United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026.
Pada 25 Juni 2026, United Nations Public Service Forum (UNPSF) memberikan penghargaan di berbagai sektor kepada inovasi pelayanan publik terbaik lintas negara. Diselenggarakan di Tbilisi, Georgia, Pemerintah Kota Parepare bersama dengan dua instansi Indonesia lainnya meraih penghargaan pada UNPSA. Inovasi berjudul “A Cultural Approach in Improving the Economy of Coastal Women (Berdaya Srikandi)” ditetapkan menjadi pemenang dalam kategori Gender-responsive public services.
Kepala Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare, Wildana, menjelaskan bahwa program ini memberdayakan sarjana perempuan lokal sebagai fasilitator yang memiliki latar belakang sosial dan budaya serupa dengan masyarakat pesisir. Lewat strategi berbasis rumah ke rumah (door-to-door), para fasilitator memberikan edukasi, pendampingan, serta pelatihan pengolahan hasil perikanan, diversifikasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat.
"Keunggulan utama Berdaya Srikandi adalah rantai pemberdayaannya. Sarjana perempuan lokal diberi ruang menjadi pendamping, lalu mendampingi perempuan pesisir agar memiliki penghasilan tetap," ujar Wildana, dilansir dari pareparekota.id.
Diluncurkan sejak 2017, Berdaya Srikandi mencatat perubahan yang signifikan. Dengan sekitar 500 perempuan tergabung dalam 40 kelompok usaha, mereka memproduksi sedikitnya 59 jenis olahan hasil perikanan dengan total produksi melampaui 140 ton dan omzet mencapai Rp8,79 miliar. Rata-rata pendapatan anggota juga meningkat menjadi sekitar Rp1,75 juta per bulan, yang mencerminkan meningkatnya kemandirian ekonomi istri-istri nelayan.
Di sisi lain, strategi ini berhasil menempatkan sarjana perempuan sebagai katalis dalam pengembangan komunitas pesisir yang sebelumnya terabaikan. Berbekal kesamaan budaya dan bahasa dengan masyarakat pesisir, para pendamping mampu membangun komunikasi yang lebih baik sehingga pengetahuan dapat ditransfer secara lebih optimal. Dampaknya, Berdaya Srikandi tidak hanya meningkatkan pendapatan perempuan dan memperkuat peran mereka dalam ekonomi keluarga, tetapi juga mendorong mereka menjadi pelaku usaha sekaligus pengambil keputusan di tingkat rumah tangga maupun komunitas. Kontribusi tersebut menunjukkan bagaimana Berdaya Srikandi berkontribusi terhadap pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan pendapatan rumah tangga pesisir, sekaligus mendukung SDG 5 (Kesetaraan Gender) dengan memperkuat partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi dan pengambilan keputusan.
Pendekatan yang berawal dari kunjungan rumah ke rumah menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu lahir dari teknologi canggih, tetapi justru dari hubungan yang dibangun melalui kesamaan bahasa, budaya, dan kepercayaan. Kini, pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan kaum perempuan, tetapi juga membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Referensi:
Rahmadini, N. (2026, June 23). UN Public Service Awards 2026 honor three Indonesian public service initiatives supporting SDGs. Jakarta Daily. https://www.jakartadaily.id/international/16217285151/un-public-service-awards-2026-honor-three-indonesian-public-service-initiatives-supporting-sdgs
Sartika, D. (2026, June 25). Prestasi internasional Parepare: Berdaya Srikandi menang penghargaan Forum Pelayanan Publik PBB 2026. Pemerintah Kota Parepare. https://pareparekota.go.id/index.php/prestasi-internasional-parepare-berdaya-srikandi-menang-penghargaan-forum-pelayanan-publik-pbb-2026/
United Nations Department of Economic and Social Affairs. (2026). A cultural approach (indigenous scholars and outreach) in improving the economy of coastal women (BERDAYA SRIKANDI). https://publicadministration.desa.un.org/cultural-approach-indigenous-scholars-and-outreach-improving-economy-coastal-women-berdaya-srikandi
Sumber foto:
Sartika, D. (2026, June 25). Prestasi internasional Parepare: Berdaya Srikandi menang penghargaan Forum Pelayanan Publik PBB 2026. Pemerintah Kota Parepare. https://pareparekota.go.id/index.php/prestasi-internasional-parepare-berdaya-srikandi-menang-penghargaan-forum-pelayanan-publik-pbb-2026/
Kontributor: