CLOSE
Kota Ramah Penyandang Disabilitas
Surabaya
Jawa Timur

Pendidikan Berkualitas

Kota Dan Pemukiman Yang Berkelanjutan

Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan


Kota merupakan daerah yang menjadi tempat tinggal bagi semua orang, salah satunya yaitu bagi kaum disabilitas. Menurut data Dinas Sosial Kota Surabaya, pada tahun 2019, setidaknya terdapat 7.112 disabilitas. Sehingga, sudah sewajarnya jika daerah perkotaan dilengkapi dengan fasilitas yang dapat membantu kaum disabilitas dalam kegiatan sehari-harinya. Adanya fasilitas pendukung untuk penyandang disabilitas dapat membantu kemandirian mereka agar tidak selalu tergantung pada bantuan dari orang/pihak lain.

Setidaknya sejak tahun 2016, Pemerintah Kota Surabaya telah membangun berbagai fasilitas yang dapat membantu serta dapat digunakan oleh kaum disabilitas di tempat umum, seperti:

  1. Penyediaan lift di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO)
    Bagi penyandang disabilitas, menyeberang dengan menggunakan jembatan penyeberangan menjadi tantangan tersendiri. Hampir seluruh jembatan penyeberangan hanya menggunakan tangga yang membuat mereka yang menggunakan kursi roda menjadi kesulitan. Namun, sejak pemerintah kota Surabaya membangun fasilitas lift di berbagai jembatan penyeberangan, kaum difabel juga semakin dapat menggunakan fasilitas jembatan penyeberangan. Tidak hanya bagi kaum difabel, layanan ini juga sangat bermanfaat bagi lansia yang biasanya kesulitan untuk dapat menaiki dan menuruni tangga. Biaya pembangunan fasilitas ini bekerjasama dengan pihak swasta, penyewa JPO dan tidak menggunakan APBD.
  1. Pemasangan alat berbasis sensor yang bisa berbicara
    Pemasangan alat berbasis sensor yang bisa berbicara ini tidak hanya digunakan pada jalur penyeberangan pejalan kaki (Pelican Crossing Traffic Light), sensor juga digunakan di sejumlah taman untuk memberikan penjelasan kepada kelompok difabel tentang tanaman/tumbuhan di sekitar sensor. Penyediaan sensor ini dapat membantu penyandang disabilitas untuk memberikan arah serta memberikan penjelasan kepada mereka terhadap suatu informasi.
  1. Suroboyo Bus
    Suroboyo Bus merupakan layanan transportasi umum di Surabaya. Berbeda dengan fasilitas transportasi umum lainnya, sarana transportasi ini dilihat ramah penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia. Adanya tombol khusus yang dapat memberikan bantuan tambahan bagi mereka yang membutuhkan, terutama untuk penyandang disabilitas. Pembayaran untuk transportasi juga tidak menggunakan uang tunai dan e-money, tetapi dengan sampah plastik berupa botol air minum kemasan.
  1. Taman Bicara
    Diresmikan pada bulan Mei 2017, Taman Bicara merupakan taman yang dilengkapi dengan fasilitas sensor yang dapat mengeluarkan suara ketika sensor tersebut disentuh atau ketika sensor mendeteksi keberadaan seseorang. Sensor suara akan memberikan penjelasan mengenai tanaman yang ada di sekitar sensor sehingga taman ini dapat digunakan oleh mereka yang tuna netra. Fasilitas ini tidak hanya membantu para penyandang disabilitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi/pembelajaran baru tentang tanaman di sekitar mereka. Keberadaan fasilitas ini tidak hanya menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya dilakukan di ruang kelas dengan membaca buku, tetapi pembelajaran juga dapat dilakukan di ruang terbuka dengan cara yang inovatif seperti ini.
  1. Fasilitas ramah disabilitas di berbagai fasilitas publik, seperti penggunaan ramp di Museum Pendidikan, tempat wudhu, penyediaan kursi roda di Masjid Al Akbar Surabaya, trotoar khusus yang dilengkapi ubin penuntun tuna netra dan patok penghalang kendaraan bermotor, serta lift, jalur khusus, dan tempat parkir penyandang disabilitas di gedung pemerintahan Kota Surabaya.

Inisiatif ini berjalan dengan baik dan telah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di kota Surabaya. Inisiatif yang ramah penyandang disabilitas ini juga telah membawa kota Surabaya untuk memperoleh berbagai penghargaan, seperti Penghargaan Dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2014, Penghargaan kota inklusif di tahun 2014, Kabupaten/Kota Peduli HAM 2020 dari Kementrian KUMHAM, dan lainnya.

Keberadaan fasilitas penyandang disabilitas di Taman Bicara menjadi lokasi pembelajaran tidak hanya bagi para tuna netra tapi juga para siswa/i. Mereka yang mungkin tidak pernah mengetahui apa nama tumbuhan di sekitar mereka serta beragam macam warna dapat memperoleh informasi itu secara langsung di Taman Bicara ini. Keberadaan guru pendamping akan sangat membantu dan dapat menjadi pelengkap bagi siswa/siswi tersebut.

Banyak pihak yang belum mengetahui tentang keberadaan fasilitas JPO dan sensor di jalur penyeberangan. Selain karena kurangnya sosialisasi, jumlah pejalan kaki di Indonesia masih relatif sangat rendah. Untuk Taman Bicara, salah satu tantangan yang dihadapi inisiatif ini yaitu perlunya anggaran pengadaan alat yang tidak murah. Kota Surabaya membutuhkan anggaran lebih dari Rp 100 juta untuk pengadaan 14 sensor alat bicara di satu ruang terbuka hijau. Selain itu, perlu adanya pengamanan yang lebih di lingkungan ruang terbuka hijau tersebut. Tidak sedikit fasilitas umum yang pernah diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, perlu adanya pengamanan yang lebih ketat di ruang terbuka yang dilengkapi oleh fasilitas semacam ini.

Penyediaan fasilitas seperti ini sangat memungkinkan untuk direplikasi di kota lain. Pengadaan berbagai fasilitas ini dapat dengan mudah dilakukan oleh pemerintah daerah. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa penyediaan fasilitas seperti ini membutuhkan pendanaan yang cukup besar, terutama dalam pengadaan teknologi dan system di tempat umum. Penyediaan fasilitas di Taman Bicara juga sangat memungkinkan untuk direplikasi di kota-kota lain, terutama kota-kota yang memiliki fasilitas ruang terbuka hijau dan memiliki variasi tanaman yang cukup banyak.

Sumber:

Effendi, Z., 2017. Akhirnya Surabaya Punya JPO Dilengkapi Lift untuk Kaum Difabel. Diakses dari: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3516979/akhirnya-surabaya-punya-jpo-dilengkapi-lift-untuk-kaum-difabel Diakses pada 27 Maret 2021

Fadhila, S. T, 2019. 6 Tempat Sediakan Fasilitas untuk Penyandang Disabilitas di Surabaya. Diakses dari https://surabaya.liputan6.com/read/4124416/6-tempat-sediakan-fasilitas-untuk-penyandang-disabilitas-di-surabaya pada 30 Maret 2021

Fitriana, I., 2014. Risma : Surabaya Sering Dapat Penghargaan, Ini yang Paling Membanggakan. Diakses dari https://regional.kompas.com/read/2014/12/03/19013221/Risma.Surabaya.Sering.Dapat.Penghargaan.Ini.yang.Paling. Membanggakan pada 26 Maret 2021

Pemerintah Kota Surabaya, 2021. Daftar Prestasi Surabaya Tiap Tahun. Diakses dari https://www.surabaya.go.id/id/page/0/49215/penghargaan pada 26 Maret 2021

Perdana, D., 2017. Surabaya Punya Taman Bicara untuk Warga Disabilitas. Diakses dari https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2017/Surabaya-Punya-Taman-Bicara-untuk-Warga-Disabilitas/ pada 26 Maret 2021

Surya.co.id, 2017. Taman Surya Kini Dilengkapi Alat yang Bisa Bicara, Penasaran?. Diakses dari https://surabaya.tribunnews.com/2017/05/31/taman-surya-kini-dilengkapi-alat-yang-bisa-bicara-penasaran?page=2 pada 26 Maret 2021

Gambar: https://news.detik.com/berita/d-3269454/risma-bikin-trotoar-di-surabaya-ramah-bagi-penyandang-disabilitas


Kontributor:

Bernadette Christi Paramitha Santosa

Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah

Freelance Consultant

Independent Analyst/Researcher for Sustainable Dev

Aniessa Delima Sari

Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta

UCLG ASPAC

Project Manager