CLOSE
Program Pemenuhan Kebutuhan Sanitasi di Kota Kotamobagu
Kotamobagu

Air Bersih Dan Sanitasi Layak


Sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, kebutuhan akan akses yang layak terhadap sanitasi untuk menunjang kesehatan manusia masih belum terpenuhi secara menyeluruh. Kota Kotamobagu pun menghadapi isu ini. “Salah satu permasalahan prioritas yang menyebabkan belum tercapainya target sanitasi yang layak di Kotamobagu yaitu masih kurangnya perencanaan pembangunan terkait infrastruktur dasar sanitasi di desa.” ujar Ahmad A. Abasi selaku Kabid Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan [1].

Sehingga, pada bulan November 2019, Bappelitbangda Kota Kotamobagu meluncurkan program TBNK Santun (Tempat Berdiskusi dan Konsultasi Sanitasi Tuntas) sebagai upaya pemerintah kota untuk memenuhi kebutuhan akses sanitasi sekaligus merealisasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang keenam, yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak. Program ini dirancang, sesuai dengan namanya, untuk membuka ruang konsultasi tentang sanitasi bagi pemerintah desa dan kelurahan. Lantas, perangkat-perangkat pemerintah lokal ini akan lebih memahami pentingnya fasilitas sanitasi yang terbangun secara merata di seluruh Kota Kotamobagu [2].

Berdasarkan data dari situs Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kementerian Kesehatan, akses terhadap jamban di keempat kecamatan Kota Kotamobagu meningkat dari 52.23% hingga 100% di tahun 2020. Kemajuan ini juga ditandai dengan bertambahnya Jamban Sehat Permanen (JSP) dan Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP) yang digunakan dan juga berkurangnya angka Buang Air Besar Sembarangan [3]. Di samping itu, Dinas PUPR Kotamobagu juga mulai membangun 5 instalasi pembuangan air limbah (IPAL) komunal dan 8 tangki septik di 11 kelurahan dan 1 desa di awal tahun 2020. Pembangunan ini dibiayai dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2020 dan dilaksanakan oleh Kelompok Swakelola Masyarakat (KSM) yang sudah terbentuk di masing-masing desa dan kelurahan [4].

Hingga pada bulan April 2020, Kota Kotamobagu meraih peringkat pertama pada Anugerah Sensanitasional Award 2020 tingkat Sulawesi Utara sekaligus merangkap predikat kota terbaik dalam penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2020. Sensanitasional Award ini menilai capaian pemerintah Kabupaten dan Kota dalam pemenuhan penyehatan lingkungan yang tergabung dengan persoalan sanitasi. Berdasarkan penjelasan Kepala Bappelitbangda, indikator penilaian PPD bersifat komprehensif yang mempertimbangkan pencapaian dari pemerintah daerah, keterkaitan perencanaan dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), prioritas nasional dan prioritas provinsi, konsistensi perencanaan dengan hasil evaluasi serta permasalahan, serta penerapan inovasi daerah [5].

Referensi:

[1] Rofik, A. 2019. Kurangnya Pemahaman Sanitasi, Bappelitbangda Kotamobagu Bentuk TBNK Santun. Diakses dari https://faktabmr.com/berita-utama/kurangnya-pemahaman-sanitasi-bappelitbangda-kotamobagu-bentuk-tbnk-santun/

[2] Limpaton, A. 2020. Pemkot Kotamobagu Luncurkan Program TBNK Santun. Diakses dari https://kotamobagu.online/2019/11/20/pemkot-kotamobagu-luncurkan-program-tbnk-santun/

[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Monitoring dan Evaluasi Laporan Kemajuan Akses Sanitasi. Diakses dari http://monev.stbm.kemkes.go.id/monev/

[4] Anonim. 2020. Berikut Desa Kelurahan yang Bakal Dibangun IPAL dan Tangki Septik. Diakses dari http://bolmongraya.co/kotamobagu/berikut-desa-kelurahan-yang-bakal-dibangun-ipal-dan-tangki-septik/

[5] Papuling, D. R. 2020. Pemkot Kotamobagu Kawinkan Gelar, Boyong Dua Penghargaan Tingkat Provinsi. Diakses dari https://manado.tribunnews.com/2020/04/28/pemkot-kotamobagu-kawinkan-gelar-boyong-dua-penghargaan-tingkat-provinsi

Sumber Gambar:

https://www.freepik.com/free-vector/sewer-pipe-system-from-household_2449428.htm


Kontributor:

Deano Damario Putrayurin

Kota Malang, Provinsi Jawa Timur

UCLG ASPAC

Intern