CLOSE
Underwater Restocking, Solusi Jawa Timur untuk Perikanan Berkelanjutan di Indonesia
Jawa Timur

Ekosistem Lautan


Data dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tercantum dalam Renstra Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan 2015-2019 menyebutkan bahwa Produksi perikanan pada tahun 2014 mencapai 20,72 juta ton. Di sisi lain, beberapa wilayah perairan laut Indonesia telah mengalami gejala overfishing. Maraknya praktik IUU fishing (illegal, unreported, inregulated fishing) atau praktek penangkapan illegal yang terjadi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), baik oleh kapal kapal perikanan Indonesia (KII) maupun oleh kapal-kapal perikanan asing (KIA) berkontribusi pada gejala tersebut dan menyebabkan kerugian baik dari aspek sosial, ekologi/lingkungan, maupun ekonomi. Kondisi ini juga dialami oleh Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Jawa Timur.

Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Jawa Timur kemudian membuat terobosan baru pada tahun 2016. Terobosan tersebut adalah inovasi underwater restocking (UWR) yang bertujuan untuk memulihkan ekosistem laut dengan menenggelamkan modul rumah ikan sedalam 10 hingga 15 meter. Modul rumah ikan lalu dibiarkan selama tiga bulan. Pada bulan ketiga, pihak DKP Jatim menebarkan benih ikan ke dalam modul rumah ikan tersebut. Program UWR DKP Jawa Timur ini mencakup 85 modul rumah ikan dan 10 ribu hingga 15 ribu benih ikan sebagai bekal awal untuk melaksanakan program ini.

Banyuwangi, Tuban, Probolinggo, Situbondo, Malang, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Sumenep, dan Pamekasan adalah kabupaten dan kota yang sudah melaksanakan UWR. Pada tahun yang sama para  nelayan yang berada di Banyuwangi sudah mulai merasakan manfaat dari program ini. Hasil tangkapan ikan mereka mengalami kenaikan dari 1-1,5 kg ekor perhari menjadi 100 kg per hari.

Melalui Inovasi UWR ini,  Provinsi Jawa Timur terpilih oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi internasional untuk pelayanan publik, United Nations of Public Service Awards (UNPSA) 2019 di Azerbaijan.

Inovasi UWR Provinsi Jawa Timur merefleksikan upaya pencapaian TPB 14 tentang Ekosistem Laut,  terutama target 14.2 yaitu pada tahun 2030, mengelola dan melindungi ekosistem laut dan pesisir secara berkelanjutan untuk menghindari dampak buruk yang signifikan, termasuk dengan memperkuat ketahanannya, dan melakukan restorasi untuk mewujudkan lautan yang sehat dan produktif. Inovasi ini juga berkontribusi untuk mencapai target 14.7 untuk meningkatkan manfaat ekonomi bagi negara berkembang, kepulauan kecil dan negara kurang berkembang dari pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut, termasuk melalui pengelolaan perikanan, budidaya air dan pariwisata yang berkelanjutan.(SAS, VK)

Sumber

  1. http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/33727
  2. https://jatim.tribunnews.com/2017/04/05/hasil-sudah-terlihat-program-underwater-restocking-di-jawa-timur-akan-terus-ditambah.
  3. https://jatim.idntimes.com/news/jatim/ardiansyah-fajar/empat-inovasi-pelayanan-pemprov-jatim-dilombakan-ke-kancah-dunia/full
  4. Foto, "https://www.freepik.com/free-vector/scuba-diver-enjoying-sea_877280.htm#page=2&query=scuba+diving+fish&position=8"

Kontributor:

Ina Sahsan

Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

LOCALISE SDGs UCLG ASPAC APEKSI

Knowledge Management Officer

vidya kartika

Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat

UCLG ASPAC

Field Officer