CLOSE
Program 5NG (JateNG GayeNG NginceNG WoNG MeteNG)
Jawa Tengah

Tanpa Kelaparan

Kehidupan Sehat Dan Sejahtera


Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Provinsi Jawa Tengah membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat Program yang dinamakan JateNG GayeNG NginceNG WoNG MeteNG. Nama yang digunakan ini mengandung arti bahwa Jawa Tengah –dengan slogannya Jateng Gayeng, ingin mengurangi kematian ibu dan bayi dengan ‘nginceng wong meteng’ atau yang dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai ‘mengintip/memantau orang hamil’ [1]. Dalam program yang dimulai sejak tahun 2016 ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah –melalui Puskesmas/Posyandu yang juga dibantu oleh RT/RW, mengamati dan memantau kondisi ibu hamil dalam 4 fase (fase sebelum hamil, fase hamil, fase persalinan, dan fase Nifas). Ibu hamil dengan risiko tinggi menjadi salah satu prioritas pengamatan petugas kesehatan yang kondisi kesehatan dan konsumsi gizinya akan terus dipantau selama masa kehamilan sampai dengan setelah kelahiran. Cara ini dinilai dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

Sampai saat ini, program yang juga dikenal sebagai Program 5NG masih aktif dilaksanakan. Sebagai dampaknya, AKI dan AKB di Jawa Tengah menurun secara signifikan dengan penurunan AKI sebesar 14 persen per tahunnya dan AKB mengalami penurunan dari 5485 (2016) menjadi 4481 (2018) [2]. Keberhasilan penurunan ini mendapatkan respons yang positif dari berbagai pihak, terutama BKKBN dan masyarakat Jawa Tengah. Bahkan, pada tahun 2018, program ini berhasil menarik perhatian United States Agency for International Development (USAID) yang akan memberikan bantuan dana melalui program Jalin (program serupa milik USAID) [3].

Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan 5NG dalam mengurangi angka kematian ibu memberikan dampak positif bagi pemerintah Jawa Tengah yang membuka peluang kerja sama dengan tujuan yang lebih luas. Dalam hal ini, kerja sama 5NG dengan Jalin tidak hanya terkait pada penurunan AKI dan AKB tetapi juga mencegah terjadinya stunting dan memastikan kondisi janin [4]. Oleh karena itu, jika dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) –atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), Program ini tidak hanya berkontribusi dalam pencapaian TPB Tujuan 3 (Kesehatan) tetapi juga berkontribusi pada pencapaian TPB 2 (pangan dan gizi) terkait mengurangi kasus stunting yaitu dengan memastikan pemberian asupan gizi yang cukup bagi ibu dan bayi. (BCPS)

Referensi:
[1] https://jateng.antaranews.com/berita/261622/nginceng-wong-meteng-yang-selamatkan-nyawa-ibu-dan-bayi
[2] https://jateng.antaranews.com/berita/257062/bkkbn-apresiasi-program-jateng-gayeng-nginceng-wong-meteng
[3] https://jatengprov.go.id/publik/usaid-support-program-5ng/
[4] https://regional.kompas.com/read/2018/10/09/05071921/tekan-kematian-ibu-dan-bayi-usaid-danai-nginceng-wong-meteng

Sumber Foto:
http://files.all-free-download.com/free_download_graphic_6836872.html