
28 Agustus 2025 | Apa yang dibutuhkan agar sebuah kota dapat tumbuh menjadi ibu kota berkelas global? Dalam Rapat Koordinasi Non-State Actors (NSA) terkait evaluasi SDGs serta penyusunan Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (RAD TPB) Jakarta 2025–2029, jawabannya jelas: kolaborasi lintas sektor, partisipasi publik yang bermakna, serta kebijakan yang berbasis data dan bukti.
Pertemuan tersebut mempertemukan berbagai suara, mulai dari perwakilan komunitas dan jaringan pemuda, hingga kalangan akademisi dan mitra internasional, yang menegaskan semangat kolaborasi bersama. Jakarta, yang menjadi rumah bagi Sekretariat UCLG ASPAC, memegang posisi strategis dalam menghubungkan prioritas lokal dengan agenda global. Keterkaitan ini memastikan bahwa kemajuan Jakarta tidak hanya bergema di tingkat nasional, tetapi juga sejalan dengan komitmen regional dan internasional yang lebih luas, seperti SDGs, Paris Agreement, dan New Urban Agenda.
Dalam diskusi tersebut, UCLG ASPAC menekankan pentingnya memasukkan layanan publik yang esensial ke dalam rencana aksi Jakarta, sekaligus memperkuat transparansi dan kolaborasi dengan aktor non-negara. Rekomendasi yang muncul antara lain menghidupkan kembali Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) sebagai pusat inisiatif bersama, memperluas platform umpan balik warga seperti JAKI Crew, serta meresmikan regulasi partisipatif yang mewajibkan keterlibatan publik dalam proses perumusan kebijakan.
Para kontributor lain turut menyuarakan pentingnya memperkuat fondasi. Kalangan akademisi menekankan urgensi pembangunan data hub terpadu untuk memastikan perumusan kebijakan yang akurat dan berbasis data terkini. Asosiasi guru menyampaikan perhatian terkait keadilan dalam remunerasi dan dukungan literasi. Sementara itu, kelompok pemuda mendorong adanya program yang terlembagakan agar semangat mereka dapat diwujudkan menjadi kontribusi berkelanjutan. Berbagai perspektif ini menegaskan ambisi bersama agar Jakarta dapat menjadi teladan dalam tata kelola yang inklusif.
Menutup pertemuan, pimpinan Jakarta menegaskan kembali bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan dipertimbangkan dalam penyusunan RAD TPB. Komitmen ini mencerminkan tekad Jakarta untuk bertransformasi, tidak hanya sebagai magnet ekonomi, tetapi juga menjadi ibu kota yang benar-benar inklusif dan berdaya saing global.
Sebagai anggota UCLG ASPAC, perjalanan Jakarta menggambarkan bagaimana pemerintah daerah di Asia-Pasifik dapat menyelaraskan strategi kota dengan komitmen global, sekaligus memastikan bahwa setiap kemajuan berakar pada kolaborasi, data, serta kekuatan masyarakatnya.
Kontributor:
Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat
UCLG ASPAC
Capacity Development and Learning Intern